Arsenal menghadapi tekanan finansial setelah belanja besar di bursa transfer musim panas 2025. Klub London Utara mengeluarkan sekitar 359 juta dolar AS untuk merekrut sejumlah pemain, termasuk Eberechi Eze senilai 90,2 juta dolar AS dan Viktor Gyökeres sekitar 85,1 juta dolar AS.
Investasi besar ini membawa hasil positif. Arsenal kini memimpin klasemen Premier League dan berpeluang meraih empat trofi sekaligus musim ini. Namun, di balik performa gemilang, klub tetap harus memperhatikan regulasi finansial UEFA dan Premier League.
Untuk menjaga keseimbangan keuangan, Arsenal disebut-sebut perlu menjual setidaknya satu pemain utama pada bursa transfer musim panas mendatang. Diskusi internal mengenai siapa yang bisa dilepas bahkan sudah mulai dilakukan, dengan mempertimbangkan nilai transfer dan keuntungan potensial.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pemain Kunci Hampir Tak Terganggu
Beberapa pemain inti seperti Bukayo Saka, Declan Rice, dan William Saliba diyakini hampir mustahil dijual karena peran mereka sangat penting. Kapten tim Martin Odegaard, meski sangat berpengaruh, juga tidak sepenuhnya kebal. Nilai akuisisinya yang relatif rendah memungkinkan klub meraih keuntungan besar jika dilepas.
Selain Odegaard, Gabriel Martinelli masuk daftar pemain yang berpotensi dijual karena nilai transfernya tinggi. Pemain lain seperti Gabriel Jesus, Leandro Trossard, Kai Havertz, dan Ben White juga dipertimbangkan, terutama karena kontrak mereka kian mendekati akhir.
Penjualan pemain inti bisa menjadi langkah strategis untuk menyeimbangkan pembukuan klub tanpa mengganggu kualitas tim secara signifikan. Arsenal diperkirakan tetap mempertahankan fondasi skuad yang kompetitif untuk musim depan.
Baca Juga: Darwin Nunez Siap Kembali ke Premier League Setelah Tersingkir di Al Hilal
Penjualan Pemain Akademi Jadi Pilihan
Selain pemain inti, Arsenal juga mempertimbangkan melepas pemain akademi, termasuk Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly. Meskipun keduanya enggan meninggalkan Emirates, penjualan akademi tercatat sebagai keuntungan murni dalam pembukuan klub.
Langkah ini bukan hal baru. Sebelumnya Arsenal melepas Emile Smith Rowe dan Eddie Nketiah sebagai bagian dari strategi finansial. Keuntungan dari penjualan akademi bisa membantu menutup pengeluaran transfer besar sambil tetap mempertahankan daya saing tim.
Selain itu, kedatangan Piero Hincapie secara permanen dengan biaya 60 juta dolar AS menambah tekanan untuk menjual beberapa pemain agar neraca klub tetap seimbang. Strategi ini memungkinkan Arsenal tetap fleksibel dalam membangun skuad jangka panjang.
Siapa yang Paling Berpotensi Dijual
Saat mempertimbangkan penjualan, kontrak menjadi faktor penting. Empat pemain dengan kontrak hingga 2027 adalah Martinelli, Trossard, Jesus, dan Christian Norgaard. Martinelli dan Norgaard memiliki opsi perpanjangan satu tahun, tetapi nilai transfer Martinelli lebih menarik secara finansial.
Trossard dan Jesus juga menjadi kandidat. Saat kontrak mereka berakhir, Trossard akan berusia 32 tahun dan Jesus 30 tahun, sehingga kemungkinan perpanjangan kecil. Menjual mereka musim panas ini bisa masuk akal meski nilai transfer tidak terlalu besar.
Sementara itu, cedera yang dialami Havertz dan kontraknya yang berakhir 2028 membuatnya masuk daftar penjualan potensial. Ben White juga bisa dilepas karena lini belakang Arsenal cukup dalam. Dengan kedalaman skuad yang memadai, Arsenal diyakini mampu menghadapi kemungkinan kepergian beberapa pemain tanpa mengurangi kualitas tim. football4america.com.
