Joshua Kimmich melontarkan kritik pedas setelah Bayern Munich menelan kekalahan perdana mereka musim ini dari Arsenal dengan skor 3-1 di Liga Champions. Menurutnya, permainan Arsenal jauh berbeda dari tim-tim besar lain karena terlalu mengandalkan situasi bola mati dan umpan panjang. Kimmich merasa bahwa gaya tersebut tidak mencerminkan permainan sepak bola yang sesungguhnya.

Meski Arsenal tampil efektif, Kimmich menegaskan bahwa Paris Saint-Germain tetap menjadi lawan terberat Bayern sejauh ini. Ia menilai PSG memiliki kualitas permainan yang lebih tinggi dan memberikan tekanan yang lebih besar dalam duel sebelumnya. Hal itu membuat kekalahan dari Arsenal terasa berbeda bagi sang gelandang.
Komentar tersebut muncul tak lama setelah Mikel Arteta menyebut Bayern sebagai “tim terbaik di Eropa,” sebuah pujian yang kontras dengan penilaian Kimmich terhadap performa Arsenal di Emirates Stadium.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perbedaan Gaya Bermain yang Dipermasalahkan
Joshua Kimmich menyoroti bahwa Arsenal terlalu sering mengandalkan bola mati. Ini sesuatu yang terlihat jelas dari gol pembuka Jurrien Timber yang berawal dari skema tendangan sudut Bukayo Saka. Selain itu, gol ketiga Gabriel Martinelli juga datang dari umpan panjang dalam serangan balik cepat yang menjadi ciri khas Arsenal musim ini.
Menurut Kimmich, permainan tersebut lebih menekankan duel fisik dan pengelolaan permainan daripada kreativitas bola terbuka. Ia menyebut bahwa laga melawan PSG jauh lebih menyerupai pertandingan sepak bola modern yang mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan dinamis.
Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa Arsenal pantas menang karena tampil rapi dan disiplin sepanjang laga. Bayern dianggap gagal mengimbangi intensitas dan efektivitas tuan rumah.
Baca Juga: Liverpool Siapkan Langkah Serius Merekrut Nico Schlotterbeck dari Dortmund
Evaluasi Bayern Pasca Kekalahan

Kekalahan ini menjadi tamparan bagi Bayern yang sebelumnya tampil mendominasi di semua kompetisi. Kimmich menekankan pentingnya belajar dari pengalaman ini agar tim dapat kembali ke jalur kemenangan. Ia percaya Bayern masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Bayern juga menghadapi tantangan mental karena jarangnya mereka kalah dengan margin yang cukup jelas. Pertandingan ini menjadi bahan evaluasi bagi pelatih Vincent Kompany untuk memperbaiki kerapuhan dalam bertahan, terutama menghadapi tim yang agresif seperti Arsenal.
Selain itu, Bayern harus meningkatkan efektivitas serangan mereka, yang dinilai kurang tajam meski mampu menguasai bola dalam waktu cukup lama.
Respons Arsenal dan Arteta
Dari kubu Arsenal, Arteta justru memberikan pujian kepada timnya atas kemenangan meyakinkan tersebut. Ia menilai bahwa mengalahkan Bayern, yang disebutnya sebagai “salah satu tim terbaik di Eropa”, merupakan bukti kemajuan besar yang dicapai skuadnya.
Arteta juga menegaskan bahwa efektivitas permainan adalah bagian penting dari strategi modern, termasuk pemanfaatan bola mati dan serangan balik cepat. Menurutnya, Arsenal hanya memaksimalkan keunggulan mereka di lapangan.
Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Arsenal di Liga Champions dan memberi dorongan moral besar bagi para pemain dalam perjalanan menuju fase gugur. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di football4america.com.
